20 ATURAN UANG

Pernahkah anda menghitung berapa banyak uang melewati anda? Saya yakin pasti banyak jumlahnya. Hanya memang setelah kita mendapatkannnya, maka biasanya segera lepas utnuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan anda. Ada nelayan yang malam ia mencari ikan. Pagi ia jual ikannya di pasar. Lalu dia habiskan dihari itu juga. Dia berkata, uangnya bisa ia dapat lagi setelah melaut lagi. Apakah pola hidup ini yang anda jalankan? Maka memahami apa itu uang dan bagaimana mengelolanya adalah penting. Juga agar anda bisa menyimpan dan melipatk gandakan uang tersebut.

Inilah 20 aturan uang, sebagai berikut:

  1. Uang adalah permainan. Seperti permainan yang sering anda lakukan ketika kecil. Bila anda pandai melakukan perminanannya, maka anda akan sukses. Dan itu semua membutuhkan latihan dan jam terbang. Jadi dalam aturan ini, uang dapat dipelajari. Ini aturan pertama yang sangat penting sekali.
  2. Jangan membenci uang. Karena kalau anda benci uang, maka uang akan menjauhi anda. Apapun yang anda katakan tentang uang, itu semua adalah benar. Dan uang tidak suka sama orang yang benci padanya.
  3. Permainan melipatgandakan uang (double game). Permainan ini untuk menunjukkan pada anda betapa dekatnya anda pada jumlah uang yang anda inginkan. Contoh double game:
Uang Anda Langkah
1000 1
2000 2
8000 3
16.000 4
32.000 5
64.000 6
128.000 7
256.000 8
512.000 9
1.024.000 10
2.048.000 11
8.192.000 12

Bila anda saat ini memiliki Rp 1.000, maka anda hanya tertinggal 9  langkah double game menuju Rp 1jt. Bila anda saat ini hanya punya Rp 500rb, maka anda hanya tertinggal 2 langkah double game menuju Rp 2jt. Bila tahun depan ternyata anda memenuhi target meraih Rp 1jt anda, berati anda tinggal satu langkah lagi menuju Rp 2jt. Yang jadi pertanyaan selanjutnya dalam double game adalah :

1). Berapa umur anda saat ini?

2). Kapan anda akan meraih nilai uang tersebut?

Pertanyaan pertama, berapa umur anda saat ini adalah untuk memberi petunjuk bahwa anda memiliki batasan waktu atas kemungkinan anda akan hidup di dunia ini. Dan ini berhubungan dengan pertanyaan kedua.

 

  1. Uang senang untuk dibujuk. Bujukan berarti anda tahu bagaimana menyenangkan uang. Ketika itu terbukti, maka uang akan datang lagi. Kemudian datang lagi, dan lagi.
  2. Timing yang tepat. Timing yang dimaksud adalah waktu anda untuk melakukan belanja. Waktunya anda untuk menahan agar tetap liquid. Kapan melakukan pemotongan, dll. Ini membutuhkan pengalaman dan pengetahuan tentang timing.
  3. Uang akan pergi bila “boring”. Maksudnya adalah uang akan pergi bila uang hanya tersimpan di brangkas atau bank. Uang akan pergi kepada orang yang mampu mengelolanya. Pastikan uang anda selalu bergerak. Diam saja, berarti uang anda akan pergi.
  4. Usahakan untuk memiliki persedian uang rahasia (secret account). Tidak ada seorang pun yang mengetahui rekening rahasia anda. Rekening rahasia ini digunakan untuk hal-hal krisis, seperti ketika perusahaan anda membutuhkan dana untuk menyelamatkan usaha. Hal-hal krisis ini diluar dari kebutuhan darurat, seperti sakit dan semacamnya.
  5. Hindari pelayanan mewah (first class). Biasanya pelayanan mewah atau VVIP akan menyedot dana yang cukup besar. Misalnya anda naik pesawat dengan tujuan sama, tentu tiketnya berbeda antara kelas VVIP dengan kelas ekonomic atau bisnis. Tujuan lokasi sama namun beda harga. Perbedaannya bisa signifikan bila ditambah frekuensi anda menggunakan pesawat untuk tujuan itu. Bayangkan biaya yang bisa anda selamatkan dengan penghematan ini.
  6. Rencana penghasilan. Dimanapun, kita tinggal kita harus paham dimana pajak berada. Rencana penghasilan harus memerhatikan aturan pajak yang berlaku di negaranya. Umumnya di negara kapitalis, ada insentif pajak bagi pengusaha.
  7. Hindari mental kiamat. Yang dimaksud mental kiamat adalah perasaan akan terjadi krisis di daerahnya, sehingga orang-orang berbondong-bondong menjual barang-barangnya (harta berharga, saham, dll) dengan sangat murah. Berita di TV dan media lain dapat menimbulkan rasa panik atau krisis atas daerahnya. Memanfaatkan situasi ini adalah dengan segera membelinya karena sangat murah dan bisa dijual dikemudian hari dengan sangat mahal setelah situasi membaik. Disetiap krisis ada peluang kekayaan, maka persiapkanlah untuk menghadapi waktu tersebut.
  8. Pelajari para pelaku politik. Apa yang mereka tawarkan dalam program pembangunan, apakah ada kenaikan pajak, dll. Sesuaikan kebijakan mereka dan ambil peluang terbaiknya.
  9. Pelajari para investor sukses. Baca buku-bukunya. Seperti Warren Buffet. Kenapa ia melakukan itu, ini dll. Pelajari pola pikirnya.
  10. Jalankan rencana bisnis anda. Jangan membandingkan dengan yang lain. Contohnya dalam double game, anda misalnya di posisi 1jt, maka jangan bandingkan dengan teman anda yang sudah di posisi 1M. Fokus lah pada strategi anda, jangan terpancing dengan strategi orang lain. Anda lebih tahu strategi anda sendiri.
  11. Buatlah goal anda, dan capai goal anda. Jangan terpaku dengan angka diluar, namun capailah target anda sendiri.
  12. Bertemanlah dengan para Money Maker (kaya dari mengelola bisnis). Bergaullah dengan mereka. Kenali mereka, standar, pola pikir dll. Anda juga bisa belajar dengannya.
  13. Pola intensifikasi lebih baik untuk pemula. Bila anda sudah kaya, anda bisa melakukan diversifikasi. Diversifikasi itu seperti “Dont put all your egg in one basket”, jangan simpan semua telur dalam satu keranjang. Pemula harus fokus untuk mengokohkan bisnisnya. Dana yang tersedia terbatas, jadi harus fokus dan konsetrasi penuh. Bila melakukan diversifikasi dengan dana terbatas, maka perolehannya biasanya kurang memuaskan. Fokus untuk melipatgandakan penghasilan bersama bisnis anda.
  14. Pelajari daya ungkit (leverage). Double game dan semuanya itu memerlukan daya ungkit. Bagaimana memperbesar bisnis anda. Bagaimana menambah pelanggan anda. Bagaimana menambah penjualan, dll. Pelajari ini dan ini bagus untuk kesejahteraan anda.
  15. Raih jabatan tinggi. Jabatan tinggi dimanapun anda berada akan mendatangkan uang. Banyak orang meraih pendapatannya dari suatu jabatan. Jabatan ini apapun di pemerintahan maupun swasta.
  16. Kembangkan strategi partnership. Bermitra bisnis dengan mereka dan meraih keuntungan bersama.
  17. Hindari Big Check Syndrome. Apa itu? Big check syndrome adalah situasi dimana bila seseorang mendapatkan uang yang banyak dalam satu waktu dan berpikir bahwa dia sudah kaya dan siap untuk berfoya-foya. Misalnya si A mendapatkan uang komisi dari penjulan tanah sebesar Rp 12jt. Dia berpikir bahwa penghasilannya bulan ini naik pesat, padahal itu uang komisi. Pikirannya segera sibuk bagaimana menghabiskan uang tersebut. Padahal yang tepat adalah 12jt dibagi 12 bulan kerja, maka sebenarnya penghasilannya hanya 1jt per bulan. Kita harus tetap fokus dalam memperbesar penghasilan kita. Melipat gandakannya dan tidak terlena dengan uang komisi dan lain-lain.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=D9cPAuZIigs

Iklan

Posted on 20 April 2017, in Education, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: